Halaman

Jumat, 31 Agustus 2012

ANTOLOGI 1






Telah terbit !!
Antologi cerpen dari 32 penulis. Cerita-cerita dalam antologi ini bisa membangun semangat bagi yang sedang broken. Agar pembaca bisa move on dari keterpurukannya. Lebih cerdas dalam menyikapi problemat
ika kehidupan. Tidak h
anya itu, buku ini juga bisa menjadi kado terindah untuk orang terdekat atau untuk orang yang tersayang. Selamat membaca dan siap-siap terinspirasi.

Judul : Kebelet BBM (Buru-Buru Move On)
Penulis : Rudi Candra Putra, Shinay Konoichi, Nur Fitrianto, dkk
ISBN : 978-602-18767-0-1
Penerbit : Soega Publishing
Halaman : 207 hal (20x14)
Harga : Rp 43.000,- (Belum termasuk ongkir)

Aku tengah bangkit. Bangkit dan terus melangkah. Menebus waktu yang pernah tersia-sia. Luka itu membekas. Tapi tak kuizinkandendam mengekor luka. Aku tak ingin meriapinya kembali umpama jamur di musim hujan. Biarlah Tuhan yang bergerak dengan keadilan-Nya dan perhitungan-Nya. Rapal doa, cukup kudecap tuk permohonan ampunku kepada-Nya dan sebentuk kebahagiaanku yang kuyakini cecapnya ada. Dan goresan-goresan pena yang kutoreh ini merupa kebangkitanku. Pun terapi bagiku menuju jiwa yang baru. Dalam goresan-goresan pena jua kudapati mimpi-mimpi besar yang keberadaannya kuamini sebagai jalan sukses untukku dari-Nya.(Vinny Erika Putri). Salah satu penggalan cerita yang berjudul Hapus Enam Huruf disajikan dalam antologi “KEBELET BBM”.

Endrosmen :
"Cerpen bertajuk move on bagus banget. Duh, mengingatkan masa-masa remaja dan muda pada saat patah hati suka tiap hari nangis-nangis. Kalo diinget-inget, jadi lucu sendiri gitu. Cerpen-cerpen ini bisa mengajarkan kalian tentang kebangkitan semangat setelah merasakan kejatuhan dan putus asa. Bagus sekali!" (Vanny Chrisma W , penulis Gadis Kecil Di Tepi Gaza)

“Cerita cinta emang gak ada matinya, seperti cerita-cerita dalam antologi ini, wuih.. rasanya gurih, bener-bener nikmat, serasa pengen muda terus jadinya, (Boim Lebon, penulis komedi dan produser)

Cara Pemesanan buku :
1. SMS dengan menyantumkan NAMA, JUMLAH BUKU YANG DIPESAN, ALAMAT KIRIM, NO HANDPHONE PEMESAN, kirim ke 085230882830/087770874470.
2. Setelah mendapat SMS konfirmasi, silahkan transfer uang ke Bank Syariah Mandiri 7041073491 a.n AGUS SUPRIANTO

Jumat, 17 Agustus 2012

Hujan Tanpa Awan oleh: Base Jam

kukira selama ini kau tlah lupakan ku
kusangka tak ada lagi kenangan di hatimu
lama tak kudengar suaramu
sepatah kata maupun secarik berita

jangan salahkan aku bila kini
kuberpaling hati dari cintamu
ditengah kesepian ku mencari dan menanti
berharap dirimu kembali

* bila engkau kembali
saat kunanti dirimu
namun dirimu kembali
saat ku tak bisa bersamamu lagi

reff: kau tak bisa sesukamu
menghilang tanpa kita
dan kini kaupun kembasli
bagai hujan tanpa awan

kau takkan pernah mengerti
betapa sakitnya aku
dan kini semua sudah terlambat

Senin, 30 Juli 2012

Cerita dalam Keheningan


 Setelah membaca novel dari Zara Zettira ZR yang berjudul Every Silence Has A Story atau dalam versi bahasa Indonesianya berjudul Cerita Dalam Keheningan. Saya merasa sangat kagum dengan karyanya. Ceritanya mengalir dengan bagus. Meskipun pada awalnya saya sedikit pesimis untuk membaca. Karena alasannya terlalu banyak narasi. Tapi setelah dibaca, ternyata tidak sejenuh yang saya bayangkan. Justru saya begitu takjup dan ingin lekas merampungkannya. Ada banyak hal dari novel ini yang membuat saya tertegun. Dari yang saya baca, saya menemukan banyak pelajaran dari novel ini. Tidak hanya itu saja, saya juga sangat suka dengan kalimat-kalimat yang tertulis. Dan di bawah ini saya cuplikan salah satu diantaranya.

Versi Bahasa Indonesia
Cerita Dalam Keheningan, terdapat pada halaman 18.

Di dalam otakku, ada sebuah pohon yang luar biasa besarnya dengan ratusan cabang. Dan, dari ratusan cabang itu tumbuh rentetan cabang-cabang lainnya yang lebih kecil. Persis seperti pohon besar yang sudah sangat tua. Seperti pohon beringin tua! Bedanya, pohon di dalam otakku tidak pernah menua. Cabang dan daunnya tidak pernah rontok dan jatuh ke tanak. Tidak ada musim semi atau musim gugur. Cabang-cabangnya terus saja tumbuh. Namun, saat ini tidak ada lagi ruang yang tersisa untuk jutaan cabang-cabang itu dalam otakku. Cabang-cabang itu mulai saling membelit satu sama lain dan saling menekan hingga aku dapat merasakan sakitnya. Aku jadi takut akan mati karenanya. Ternyata, berpikir terlalu banyak sangat menyiksaku.



Dalam versi Bahasa Inggris, buku novel ini berjudul Every Silence Has A Story.
Cuplikannya terdapat pada halaman 12.

Inside my brain, there is one big huge tree with hundreds of branches. And from those hundreds of branches come out smaller branches. You know, just like a big old tree. The difference is the tree in my brain seems like it will never get old. Even if it does, its leave sand branches will never fall off. There are no seasons of fall or spring. It just keeps on growing and growing. Ant this point, those branches--millions of them--have neither more room nor space to grow. They started to get twisted on each other. Pressing so hard on each other that I could even feel the pain. And I was afraid that I would die from it. I get so much pain from thinking to much.


Nah, seperti itulah kurang lebih yang tertulis pada novel tersebut. Mengapa saya begitu tertarik memberikan contoh cuplikan paragraf tersebut? Jawabannya, karena saya merasa seperti itulah yang selama ini saya rasakan.

Salam hangat,
Chastfa

Senin, 27 Februari 2012

Ketika aku mulai...


oleh Chastfa Delion pada 24 Februari 2012 pukul 18:09 ·
 
 
 
 
 
 
 
Awal yang terang penuh dengan cahaya kemilau, keindahan kehidupan. Perlahan redup, menjadi remang lantas gelap, hitam dan pekat.

Ketika aku mulai...

Aku menyukai hal yang membuatku semakin memaknai hidup ini. Diary. Dia adalah sahaba yang paling setia mendengar dan rela menjadi tempatku berkeluh kesah, selain Tuhan tentunya.

Aku mulai menitik, sedikit tinta hitam. Berubah menjadi kata, kalimat dan berparagraf tulisan yang entah rapi, atau pantas dicerca itu. Aku tetap teguh dalam pendirianku, ketika sebuah tulisan adalah puncak yang dapat kulakukan untuk menumpahkan, semua rasa yang terlanjur mengganjal.

Aku terus menulis, itu pilihanku.

Ketika aku mulai...

Berlembar-lembar kisah yang telah terabadikan itu ku simpan.

Ketika aku mulai...

Ada kalanya aku hanya membuka buku diaryku. Membacanya sekilas, memegang sebuah pena, meletakkan di atasnya. Aku mulai berpikir, apa yang harus ku tulis? Sedangkan hatiku dirundung gundah, aku tak punya cerita hari ini.

Pilu.

Ketika aku mulai...

Dan pena itu mulai berjalan tanpa arah. Otakku beku tanpa memikirkan sesuatu. Tak ada kata bahkan kalimat yang mampu keluar dan kutuliskan. Pena berjalan tak beraturan.

Ketika aku mulai...

Aku tak memandang lembar putih diaryku lagi. Aku tak peduli, karena aku sedang merasa kosong. Tiada arti lagi, tak kan bisa ku tulis lagi.

Ketika aku mulai...

Menyerah.

Lembaran itu tak ubahnya, hanya sebuah coretan tak beraturan. Pena yang berputar-putar, seperti benang. Rumit, seperti kehidupan dunia ini.


Kamar remang-remang dekat jendela, suasana senja.
Yogyakarta.
Jumat, 24 Februari 2012.

Jumat, 17 Februari 2012

ChastfaNote: Quotes Spirit

oleh Chastfa Delion pada 3 Februari 2012 pukul 22:22

Ini adalah sebuah catatan yang saya tulis berdasarkan sesuatu yang sejak kemarin menari-nari di otak saya. Entah mengapa saya selalu mengingat setiap kata yang mereka ucapkan. Begini... Ada tiga orang guru yang selalu membuat saya teringat perkataan mereka.

- Pak Jaka a.k.a Mr. Jack (Guru Pkn). Beliau adalah seorang guru yang menurut saya sangat gokil. Selalu ada cerita yang membuat kami semua tertawa mendengar apa yang beliau ucapkan. Guru yang periang dan moto hidupnya adalah "HADAPI SEMUA MASALAH DENGAN SENYUMAN."


- Pak Sigit (Guru Bahasa Perancis). Ya, walaupun saya tak terlalu mengerti dengan pelajaran tersebut. Tapi, saya suka cara Pak Sigit yang sangat ramah bila mengajar. Beliau selalu memberi semangat kami bahwa kami bisa, beliau juga tidak pernah membeda-bedakan kami. Semua murid-muridnya adalah sama di mata beliau. Beliau selalu berkata "KALIAN BISA, SEMUA PASTI BISA. ASALKAN MAU BELAJAR DAN TERUS BERUSAHA."

- Pak Heru (Guru Bahasa Indonesia). Saya suka kesederhanaan beliau, yang jujur membuat saya kagum. Semua permasalahan itu tidak pernah membuat beliau menjadi terpuruk dan dari apa yang saya lihat selama ini, beliau adalah sosok yang tegar dan selalu bersyukur. Tak lupa pula di setiap pertemuan pada pelajaran Bahasa Indonesia, beliau selalu memberikan kami cerita inspiratif. Salah satunya adalah quotes beliau yang mengatakan seperti ini "IKHLAS ADALAH MEMBERIKAN SESUATU YANG KITA CINTAI KEPADA SESEORANG YANG PALING KITA BENCI." Menurut saya seperti itu sangatlah sulit. Tapi, jujur saya begitu suka dengan quotes tersebut.


Demikianlah beberapa nama guru yang membuat saya selalu mengingat perkataan mereka yang penuh inspirasi dan motivasi.