Halaman

Senin, 27 Februari 2012

Ketika aku mulai...


oleh Chastfa Delion pada 24 Februari 2012 pukul 18:09 ·
 
 
 
 
 
 
 
Awal yang terang penuh dengan cahaya kemilau, keindahan kehidupan. Perlahan redup, menjadi remang lantas gelap, hitam dan pekat.

Ketika aku mulai...

Aku menyukai hal yang membuatku semakin memaknai hidup ini. Diary. Dia adalah sahaba yang paling setia mendengar dan rela menjadi tempatku berkeluh kesah, selain Tuhan tentunya.

Aku mulai menitik, sedikit tinta hitam. Berubah menjadi kata, kalimat dan berparagraf tulisan yang entah rapi, atau pantas dicerca itu. Aku tetap teguh dalam pendirianku, ketika sebuah tulisan adalah puncak yang dapat kulakukan untuk menumpahkan, semua rasa yang terlanjur mengganjal.

Aku terus menulis, itu pilihanku.

Ketika aku mulai...

Berlembar-lembar kisah yang telah terabadikan itu ku simpan.

Ketika aku mulai...

Ada kalanya aku hanya membuka buku diaryku. Membacanya sekilas, memegang sebuah pena, meletakkan di atasnya. Aku mulai berpikir, apa yang harus ku tulis? Sedangkan hatiku dirundung gundah, aku tak punya cerita hari ini.

Pilu.

Ketika aku mulai...

Dan pena itu mulai berjalan tanpa arah. Otakku beku tanpa memikirkan sesuatu. Tak ada kata bahkan kalimat yang mampu keluar dan kutuliskan. Pena berjalan tak beraturan.

Ketika aku mulai...

Aku tak memandang lembar putih diaryku lagi. Aku tak peduli, karena aku sedang merasa kosong. Tiada arti lagi, tak kan bisa ku tulis lagi.

Ketika aku mulai...

Menyerah.

Lembaran itu tak ubahnya, hanya sebuah coretan tak beraturan. Pena yang berputar-putar, seperti benang. Rumit, seperti kehidupan dunia ini.


Kamar remang-remang dekat jendela, suasana senja.
Yogyakarta.
Jumat, 24 Februari 2012.

Jumat, 17 Februari 2012

ChastfaNote: Quotes Spirit

oleh Chastfa Delion pada 3 Februari 2012 pukul 22:22

Ini adalah sebuah catatan yang saya tulis berdasarkan sesuatu yang sejak kemarin menari-nari di otak saya. Entah mengapa saya selalu mengingat setiap kata yang mereka ucapkan. Begini... Ada tiga orang guru yang selalu membuat saya teringat perkataan mereka.

- Pak Jaka a.k.a Mr. Jack (Guru Pkn). Beliau adalah seorang guru yang menurut saya sangat gokil. Selalu ada cerita yang membuat kami semua tertawa mendengar apa yang beliau ucapkan. Guru yang periang dan moto hidupnya adalah "HADAPI SEMUA MASALAH DENGAN SENYUMAN."


- Pak Sigit (Guru Bahasa Perancis). Ya, walaupun saya tak terlalu mengerti dengan pelajaran tersebut. Tapi, saya suka cara Pak Sigit yang sangat ramah bila mengajar. Beliau selalu memberi semangat kami bahwa kami bisa, beliau juga tidak pernah membeda-bedakan kami. Semua murid-muridnya adalah sama di mata beliau. Beliau selalu berkata "KALIAN BISA, SEMUA PASTI BISA. ASALKAN MAU BELAJAR DAN TERUS BERUSAHA."

- Pak Heru (Guru Bahasa Indonesia). Saya suka kesederhanaan beliau, yang jujur membuat saya kagum. Semua permasalahan itu tidak pernah membuat beliau menjadi terpuruk dan dari apa yang saya lihat selama ini, beliau adalah sosok yang tegar dan selalu bersyukur. Tak lupa pula di setiap pertemuan pada pelajaran Bahasa Indonesia, beliau selalu memberikan kami cerita inspiratif. Salah satunya adalah quotes beliau yang mengatakan seperti ini "IKHLAS ADALAH MEMBERIKAN SESUATU YANG KITA CINTAI KEPADA SESEORANG YANG PALING KITA BENCI." Menurut saya seperti itu sangatlah sulit. Tapi, jujur saya begitu suka dengan quotes tersebut.


Demikianlah beberapa nama guru yang membuat saya selalu mengingat perkataan mereka yang penuh inspirasi dan motivasi.